Karimun, kompasone.com - Puluhan rumah milik warga poros residen tampak dilanda banjir, yang diduga akibat kurangnya resapan ataupun pembuangan air dari komplek perumahan tersebut.
Banjir yang dialami oleh warga yang merupakan konsumen dari PT Cipta Alam Properti tersebut, merupakan banjir yang keduakalinya selama tahun 2025 ini. Dari pantauan awak media, Senin 20/03/2025 ada sekitar puluhan rumah yang sudah digenangi air, yang mengakibatkan keresahan bagi warga, disamping kerugian secara materil.
Salah seorang warga yang terkena banjir, berinisial Br S, ketika dikonfirmasi oleh awak media, mengatakan sangat kecewa dengan pihak pengembang yang tidak kunjung memberikan tindakan tegas untuk mengantisipasi terjadinya banjir disaat cuaca ekstrim seperti saat ini, karena banjir saat ini bukan banjir yang pertama sekali dialami warga, melainkan sudah berulang kali.
"Andai kata saya tau perumahan ini zona banjir, saya tidak akan beli rumah disini, dan demikian juga warga lain, ini bukan pertama kali loh kami alami, selama tahun ini, sudah dua kali banjir, kami sangat resah dan sedih, apalagi dibulan puasa seperti ini, seharusnya kami dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, tetapi justru seperti ini kenyataannya.
Yang paling mengecewakan, sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak pengembang untuk mencari solusi terkait hal ini, manalah mungkin kami harus mencari solusi? Inikan tanggungjawab pengembang, yang seharusnya dapat memberi kepuasan terhadap konsumen, ini malah sengsara.
Heran....masa pemerintah karimun bisa mengeluarkan izin tanpa adanya kajian untuk potensi banjir? Jadinya kami seperti di PHP oleh pihak pengembang," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Perumahan Poros Residen mengatakan kepada Kompas One, bahwa sumber air akibat meluapnya parit resapan air pemukiman warga persis dibelakang komplek perumahan, sehingga mengakibatkan air masuk ke komplek perumahan.
"Pihak pengembang sedang mencari solusi terkait sumber air kiriman ini, namun perlu butuh waktu untuk mengkondisikannya" ungkapnya.
PT Cipta Alam Properti, ketika ingin dikonfirmasi via telepon, tidak berhasil dihubungi, sampai berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari PT tersebut sebagai pihak pengembang.
(Baho)